Artikel
JASMERAH "jangan sekali-kali melupakan sejarah" (Desa Tebuwung)
Desa Tebuwng merupakan desa yang mayoritas penduduknya bermata pencaharian petani dan tambak hal itu tidak dapat dipungkiri walaupun sekarang letaknya jauh dari laut, tetapi fakta membuktikan pada zaman dahulu desa Tebuwung berada dekat dengan bengawan Solo.
Menurut Sejarah ada 2 versi mengenai Desa Tebuwung, tetapi yang paling kuat versi menurut Mbah Sariyem yang menyebutkan dengan datangnya sepasang orang bernama Mbah dan Nyai Ayu (Syarifah). Ketika beliau berdua berteduh di tempat ini (Desa Tebuwung) bertemulah dengan Kyai Jinggo. Melalui perkenalan tersebut akhirnya Mbah dan Nyai Ayu menetap dan bermukim bersama kelompok Kyai Jinggo bersama teman-temannya. Dari sinilah sehingga penduduk Desa Tebuwung terus bertambah sebagaimana ada sekarang ini.
Sedangkan mengenai Dusun Karangasem berdasarkan penjelasan Mbah Munandar Pinisepuh Desa, mengenai asal usulnya dulu adalah merupakan nama jalan sebagaimana nama-nama jalan yang ada di Desa Tebuwung seperti jalan Tegal Sari, Kali Sari, Kali Rejo, Cendrawasih, Merpati, Garuda, Jalak, Glatik, Cicakrowo.
Disamping itu Dusun Karangasem (nama sekarang) hanya terdiri dari satu lorong jalan saja. Oleh karena posisi jalan Karangasem yang terpisah sendirian dari Desa Tebuwung, akhirnya berdasarkan kesepakatan seluruh warga, jalan Karangasem dijadikan dijadikan sebuah nama Dusun Karangasem.
Untuk mengenang jasa nama-nama para penemu Desa Tebuwung, setiap tahun diadakan syukuran desa berupa Sedekah Bumi (Dekahan), yang bertempat di makam desa persis disebelah makam dari Mbah dan Nyai Ayu. Sementara letak makam Kyai Jinggo, Kyai Dowo, Kyai Gempol dan Kyai Panglen terletak secara terpisah-pisah tetapi masih dikeramatkan oleh warga Desa Tebuwung dan dijadikan tempat ziarah bahkan dahulu pernah sampai membawa sesajen. Dari sinilah awal mula mulai berdiri dan lahirnya nama Desa Tebuwung.
Inilah sejarah singkat Desa Tebuwung yang dapat penulis telusuri. Semua kebenaran dari sejarah ini penulis serahkan pada kebesaran sang Khaliq, dan semoga penulis dimaafkan jika sejarah ini ada kekeliruan atau ada yang melenceng dari kebenaran.
(Babe, 10/01/2024
Pemdes Tebuwung mengucapkan "Selamat Hari Raya Idul Fitri 1445 H/2024 M"
UDIK-UDIKAN "Money Changer teammate"
Trembesi! Sang Saksi Sejarah Bisu (Tahlil dan Bersih" Makam Mbah Djinggo)
Posyandu Lansia "Dusun Karangasem"
Marhaban Ya Ramadlan 1445 H
Megengan 2024
Inilah..."TIM SUKSES" Sesungguhnya!
Bang Jago Tebuwung, Gacooor...!
Ganteng tenan...Gus Izzul Mojokerto!
Berangkat Pagi, Pulang Pagi (by Armada)
Demokrasi itu, Indah pada waktunya!
Bismillah, Pemilu Serentak 2024 dimulai...
Sepanjang Jalan "Pisang Raja Berdaun Kelapa Hijau"
Gerboan Lahan Makam Baru Dusun Karangasem
SUBPIN Polio Gel. 2
GASKEUN Lansia "melalui Kegiatan Posbindu/Posyandu Lansia"
Musdes Penetapan APBDesa TA. 2024

